Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/15216
Title: Analisis Kelayakan Usaha Batu Bata (Studi kasus Desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau)
Other Titles: Feasibility Analysis of Bricks Business (Case Study in Tanjung Mulia Village, Pagar Merbau District)
Authors: Arasy, Muhammad
metadata.dc.contributor.advisor: Siregar, Rahma Sari
Saleh, Khairul
Keywords: batu bata;pendapatan
Issue Date: 29-Jan-2021
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;138220026
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha batu bata luntuk dijalankan, usaha pembuatan batu-bata dengan menggunakan bahan baku tanah liat dan tanah merah dengan bahan bakar solar untuk mesin dompleng dan tandan kelapa sawit dan kayu bakar sebagai bahan bakar, mengetahui besar pendapatannya, mengetahui tingkat kelayakan usaha di desa Tanjung Mulia. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 sampai dengan November 2020. Penentuan lokasi penelitian ditentukan secara purposive (sengaja) karena mempertimbangkan waktu dan jangkauan peneliti, sampel berjumlah 62 pengrajin batu-bata yang ditentukan dengan metode sensus, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui ketersediaan input (bahan baku, modal, tenaga kerja) dan untuk mengetahui pendapatan menggunakan analisis pendapatan, untuk menganalisis kelayakan usaha menggunakan R/C ratio dan BEP. Hasil penelitian bahwa input (bahan baku, modal, tenaga kerja) cukup tersedia di daerah penelitian. Pendapatan usaha pembuatan batu-bata adalah Rp 18.769.903,-/bulan. Diperoleh Net Revenue Cost Ratio (Net R/C Ratio) nilai R/C Ratio lebih besar dari satu (R/C > 1 atau 1,18 > 1), Break Even Point (BEP) titik impas harga berada pada harga Rp.310/buah batu-bata dan titik impas produksi berada pada jumlah 349.998 buah/bulan. Berdasarkan hasil tersebut maka usaha batu-bata di desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau layak untuk dijalankan. This study aims to determine the feasibility of the business whether the brick business is feasible to run, the brick-making business using clay and red earth as raw material with diesel fuel for dompleng machines and oil palm bunches and firewood as fuel, knowing the amount of income. , knowing the level of business feasibility in the village of Tanjung Mulia. This research was conducted from October 2020 until November 2020. The determination of the research location was determined purposively because considering the time and reach of the researchers, a sample of 62 brick craftsmen were determined by the census method, the data used were primary data and secondary data. The research method used to determine the availability of inputs (raw materials, capital, labor) and to determine income using income analysis, to analyze business feasibility using the R / C ratio and BEP. The results of the study show that inputs (raw materials, capital, labor) are sufficiently available in the research area. The income from the brick making business is Rp. 18,769,903, - / month. Obtained Net Revenue Cost Ratio (Net R / C Ratio) the value of R / C Ratio is greater than one (R / C> 1 or 1.18> 1), Break Even Point (BEP) the break even point of the price is Rp. 310 / pieces of bricks and the breakeven point of production is 349,998 pieces / month. Based on these results, the brick business in Tanjung Mulia Village, Pagar Merbau District is feasible to run.
Description: 97 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/15216
Appears in Collections:SP - Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
138220026 - Muhammad Arasy - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV867.49 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
138220026 - Muhammad Arasy - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III,V, Bibliography2.9 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.