Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/21254
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorMunte, Sirmas-
dc.contributor.authorZai, Beni Sprianto-
dc.date.accessioned2023-09-26T03:00:07Z-
dc.date.available2023-09-26T03:00:07Z-
dc.date.issued2023-09-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/21254-
dc.description76 Halamanen_US
dc.description.abstractProses pemecahan biji kemiri khususnya dalam sebuah usaha dagang masyarakat biasa masih tergolong sederhana dengan alat seadanya. Hal ini disebabkan kurangnya teknologi yang memadai. Adapun tahapan dalam pemecahan kemiri pada umumnya melewati beberapa tahapan dimulai dari penjemuran, pendinginan, pemecahan lewat mesin dan pencungkilan kembali. Keadaan posisi duduk pekerja yang tidak baik pada saat pencungkilan mengharuskan adanya perbaikan pada antropometri pekerja. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan perancangan alat yang bisa memperbaiki posisi tubuh pekerja. Dengan menggunakan metode RULA maka dilakukan sebuah perancangan alat yang datanya didapat dari pengukuran antropometri pekerja. Proses perancangan alat pemecah biji kemiri harus melewati beberapa tahapan yang dimulai dari mencari ukuran sebuah alat berdasarkan antropometri pekerja, dilanjutkan dengan tahapan pengembangan konsep, tahap pengembangan sistem dan terakhir tahap pengembangan sistem. Hasil dari perancangan alat ini memberikan perubahan pada posisi tubuh pekerja yang lebih baik. The cracking candlenut kernels process, especially in ordinary people's trading businesses, is still relatively simple using the available tools. This is due to a lack of adequate technology. The stages in cracking candlenuts generally go through several steps. They started from drying, cooling, breaking by a machine, and re-gouging. The worker's poor sitting position condition during gouging requires improvements to the worker's anthropometry. To overcome this problem, a tool was designed that could improve the worker's body position. A tool design was carried out using the biomechanical method, and data was obtained from workers' anthropometric measurements. The designing process of a candlenut cracking tool must go through several stages, starting from finding the tool size based on the worker's anthropometry, then the concept development stage, the system development stage, and lastly, the system development stage. The results of designing this tool provided changes to the worker's body position for the better.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;168150046-
dc.subjectperancanganen_US
dc.subjectantropometrien_US
dc.subjectkemirien_US
dc.subjectRULAen_US
dc.subjectergonomien_US
dc.subjectdesignen_US
dc.subjectanthropometricsaen_US
dc.subjectcandlenuten_US
dc.titlePerancangan Alat Bantu Pemecah Biji Kemiri Usaha Dagang Sianturi dengan Metode Rulaen_US
dc.title.alternativeDesign of Nut Cracking Tools Sianturi Candlenut Trading Business using the Rula Methoden_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Industrial Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
168150046 - Beni Sprianto Zai Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.85 MBAdobe PDFView/Open
168150046 - Beni Sprianto Zai Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV9.72 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.