Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/23626
Title: Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Bioneensis dan Biochar Sekam Padi pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt L.)
Other Titles: The Effect of Providing Bioneensis Biological Fertilizer and Rice Husk Biochar on the Growth and Production of Sweet Corn (Zea Mays Saccharata Sturt L.)
Authors: Martalina, Yesi
metadata.dc.contributor.advisor: Hutapea, Sumihar
Aziz, Rizal
Keywords: pertumbuhan;produksi;jagung manis;bioneensis;biochar;growth;production;sweet corn;bioneensis;biochar
Issue Date: 20-Sep-2023
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;188210100
Abstract: Jagung manis dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan, selain itu limbah panen jagung juga dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman jagung manis di antaranya dengan melaksanakan intensifikasi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu : 1.Pupuk hayati bioneensis yang terdiri dari 4 taraf. B0 = Tanpa Pupuk Hayati Bioneensis (kontrol), B1 = Pupuk Hayati Bioneensis 571 kg/ha (10 g / lubang tanam), B2 = Pupuk Hayati Bioneensis 1.142 ton/ha (20 g / lubang tanam), B3 = Pupuk Hayati Bioneensis 1.713 ton/ha (30 g / lubang tanam). 2. Faktor dosis biochar sekam padi (P) yang terdiri dari 4 taraf yakni : P0 = Tanpa Biochar (0 kg/plot), P1 = Biochar 5 ton/ha (0,5 kg/plot), P2 = Biochar 10 ton/ha (1 kg/plot) , P3 = Biochar 15 ton/ha (1,5 kg/plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk hayati bioneensis menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 MST, dan diameter batang berpengaruh sangat nyata pada umur 6 MST. Tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun, warna daun, berat tongkol dengan kelobot per sampel, berat tongkol per plot, berat tongkol tanpa kelobot per sampel, berat tongkol tanpa kelobot per plot. Pemberian biochar sekam padi menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada pengamatan umur 6 MST, diameter batang pada pengamatan umur 6 MST. Tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 6 MST, berat tongkol dengan klobot per plot, berat tongkol tanpa klobot per plot. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna daun, berat tongkol dengan klobot per sampel, dan berat tongkol tanpa klobot per sampel. Sweet corn can be used as an alternative to meet food needs, besides that corn harvest waste can also be used for animal feed. Various efforts can be made to increase the production of sweet corn plants, including by carrying out intensification. This study used the factorial Group Random Design (RAK) method consisting of 2 treatment factors, namely: 1. Biofertilizer bioneensis consisting of 4 levels. B0 = Without Biofertilizer Bioneensis (control), B1 = Biofertilizer Bioneensis 571 kg/ha (10 g / planting hole), B2 = Biofertilizer Bioneensis 1,142 tons/ha (20 g / planting hole), B3 = Biofertilizer Bioneensis 1,713 tons/ha (30 g / planting hole). 2. Rice husk biochar dosage factor (P) consisting of 4 levels, namely: P0 = Without Biochar (0 kg / plot), P1 = Biochar 5 tons / ha (0.5 kg / plot), P2 = Biochar 10 tons / ha ( 1 kg / plot) , P3 = Biochar 15 tons / ha (1.5 kg / plot). The results showed that the application of biofertilizer bioneensis showed a very real effect on plant height at the age of 6 MST, and stem diameter had a very real effect at the age of 6 MST. But there was no noticeable effect on the growth of the number of leaves, leaf color, weight of cobs with petals per sample, weight of cobs per plot, weight of cobs without petals per sample, weight of cobs without cobs per plot. Rice husk biochar showed a very noticeable effect on plant height at 6 MST, stem diameter at 6 MST. But it had a significant effect on the number of leaves at the age of 6 MST, the weight of cobs with clobots per plot, the weight of cobs without clobots per plot. However, it has no significant effect on leaf color.
Description: 90 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/23626
Appears in Collections:SP - Agricultural Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
188210100 - Yesi Martalina - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography2.04 MBAdobe PDFView/Open
188210100 - Yesi Martalina - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV595.73 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.