Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29525| Title: | Keanekaragaman Tumbuhan dan Penggunaannya dalam Upacara Adat Pernikahan Melayu di Tanjung Balai |
| Other Titles: | Plant Diversity and Its Use in Malay Traditional Wedding Ceremonies in Tanjung Balai |
| Authors: | Mukhsin, Muhammad |
| metadata.dc.contributor.advisor: | Nasution, Jamilah |
| Keywords: | Tumbuhan;Adat Pernikahan;Melayu;Tanjung Balai;Plants;Wedding Ceremony;Malay |
| Issue Date: | Aug-2025 |
| Publisher: | Universitas Medan Area |
| Series/Report no.: | NPM;188700040 |
| Abstract: | Upacara pernikahan adat Melayu merupakan tradisi yang sarat makna, karena berbagai jenis tumbuhan digunakan sebagai simbol kesucian, keberkahan, dan harapan bagi kehidupan rumah tangga. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara pernikahan adat Melayu di Tanjung Balai serta menjelaskan cara pemanfaatan dan makna budayanya. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan metode wawancara semi terstruktur terhadap 12 informan yang meliputi tokoh adat, juru masak, dan masyarakat setempat. Hasil menunjukkan adanya 29 jenis tumbuhan dari 25 suku yang dimanfaatkan dalam lima tahapan prosesi adat, yaitu malam berinai, tepak sirih, tepung tawar, bale, dan nasi hadap-hadapan. Famili Arecaceae menjadi kelompok yang paling dominan, sedangkan bagian tumbuhan yang banyak digunakan adalah bunga dan buah. Setiap jenis memiliki makna filosofis tersendiri, seperti daun sirih yang melambangkan penghormatan dan daun inai yang mencerminkan kesetiaan. Pemanfaatan tumbuhan dalam upacara pernikahan adat Melayu tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap ritual, tetapi juga mencerminkan kearifan budaya lokal serta pengetahuan etnobotani yang diwariskan secara turun-temurun. The traditional Malay wedding ceremony is a meaningful cultural tradition, where various plant species are used as symbols of purity, blessings, and hopes for a harmonious household. This study aims to identify the plant species utilized in the traditional Malay wedding ceremony in Tanjung Balai and to describe their uses and cultural meanings. A qualitative descriptive approach was employed through semi-structured interviews with 12 informants consisting of traditional leaders, cooks, and local community members. The results revealed 29 plant species from 25 families used in five main ceremonial stages, namely malam berinai, tepak sirih, tepung tawar, bale, and nasi hadap-hadapan. The Arecaceae family was the most dominant, while flowers and fruits were the most commonly used plant parts. Each plant carries its own philosophical meaning, such as betel leaves symbolizing respect and henna leaves representing loyalty. The use of plants in the Malay traditional wedding ceremony serves not only as a ritual complement but also reflects local cultural wisdom and traditional ethnobotanical knowledge passed down through generations. |
| Description: | 33 Halaman |
| URI: | https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29525 |
| Appears in Collections: | SP - Biology |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 188700040 - Muhammad Mukhsin - Fulltext.pdf | Cover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography | 934.03 kB | Adobe PDF | View/Open |
| 188700040 - Muhammad Mukhsin - Chapter IV.pdf Restricted Access | Chapter IV | 727.44 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.