Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30595
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAngelia, Nina-
dc.contributor.authorGaol, Betaria Lumban-
dc.date.accessioned2026-07-31T03:15:49Z-
dc.date.available2026-07-31T03:15:49Z-
dc.date.issued2026-04-06-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30595-
dc.description85 Halamanen_US
dc.description.abstractStrategi pemberdayaan kelompok tani merupakan langkah penting dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani di tingkat desa agar mampu mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Desa Aeknauli-II dalam pemberdayaan Kelompok Tani Sibulele serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan Hasil penelitian Analisis strategi mengacu pada indikator menciptakan iklim yang mendukung bahwa pemerintah desa telah membentuk kelompok tani dan menjalin kerja sama dengan penyuluh, namun pendampingan belum konsisten, memperkuat kemampuan dan kapasitas bahwa Bantuan benih dan pupuk telah diberikan, tetapi pelatihan teknis masih terbatas, serta melindungi dan menjamin keberlanjutan bahwa dukungan jangka panjang belum optimal. Faktor penghambat meliputi rendahnya partisipasi anggota, lemahnya koordinasi, serta keterbatasan dana desa. Untuk itu, strategi pemberdayaan belum berjalan optimal sehingga diperlukan peningkatan pendampingan, pelatihan berkelanjutan, serta optimalisasi koordinasi dan alokasi anggaran agar pemberdayaan kelompok tani berjalan efektif dan berkelanjutan di tingkat desa. The empowerment strategy of farmer groups is important to improve farmers’ capacity and independence in developing sustainable agriculture. This study aims to analyze the strategy of the Aeknauli-II Village Government in empowering the Sibulele Farmer Group and identify the inhibiting factors. The research used a descriptive qualitative method through interviews, observation, and documentation. The results show that the village government has formed farmer groups and provided seed and fertilizer assistance, but mentoring, technical training, and long-term support remain limited. The main obstacles are low member participation, weak coordination, and limited village funds. Therefore, strengthening assistance, training, and coordination is necessaryen_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;228520061-
dc.subjectStrategyen_US
dc.subjectVillage Governmenten_US
dc.subjectFarmer Groupen_US
dc.subjecttrategien_US
dc.subjectPemerintah Desaen_US
dc.subjectKelompok Tanien_US
dc.titleStrategi Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Sibulele di Desa Aeknauli - II Kecamatan Pollen_US
dc.title.alternativeThe Village Government's Strategy for Empowering the Sibulele Farmers Group in Aeknauli II Village, Pollung Districten_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
228520061 - Betaria Lumban Gaol - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.52 MBAdobe PDFView/Open
228520061 - Betaria Lumban Gaol - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV2.39 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.