Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/796
Title: Proses Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu
Authors: Rumahorbo, Hotnida Roselina
Keywords: Musyawarah;Pembangunan
Issue Date: 2016
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: Development planning is an early stage of the development process. As an initial stage, the development planning is a guideline / reference / basis for the implementation of development activities. Hence, development planning should be implementative (workable) and applicative (applicable), and need to be compiled in a strategic planning which means not too strict yet essential, urgent, able to reach out public lives and anticipate the changing demands of both internally and externally, also compiled based on real facts in the community. This research will describe about the implementation process of development planning in Padang Matinggi Village, Rantau Utara District Labuhanbatu Regency. The data collected will be analyzed qualitatively and descriptively. In qualitative analysis, the words are built based on interviews or observations on the data required to be described and summarized. The results of the research and discussion stated, the process of Development Planning in Padang Matinggi Village, Rantau Utara District Labuhanbatu Regency has not been implemented optimally, with the following explanation: at the preparation stage, the determination of the village facilitator team meeting had not yet represent all community representation. At the stage of prior to village meeting; the process of digging the community’s problems and needs have not been conducted maximally for most of the sub village head and its subordinate have not yet implemented this stage. The stage of determination the village development planning meeting organizers was done well. The proposed of discussion agenda and problems priorities from the village meeting to be submitted to the district not being implemented with community involvement. The stage of selection and decision of villages’ delegations fulfill the synergy and the legality which is a priority aspect at this stage. Influence factors of Village Participatory on Development Planning in Padang Matinggi Village, Rantau Utara District, Labuhanbatu Regency is the lack of the digging on community’s problems and needs causing low quality planning focus. Community participation is low in the development planning process, is influenced by several factors including the limitation of the community towards the understanding of development planning, the lack of equality principle in the forum during ideas deliverance, the opportunity is only granted to certain elements of the community.
Description: Perencanaan pembangunan merupakan suatu tahapan awal proses pembangunan. Sebagai tahapan awal, maka perencanaan pembangunan merupakan pedoman/acuan/dasar bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan. Karena itu perencanaan pembangunan hendaknya bersifat implementatif (dapat dilaksanakan) dan aplikatif (dapat diterapkan), serta perlu disusun dalam suatu perencanaan strategis dalam arti tidak terlalu mengatur, penting, mendesak dan mampu menyentuh kehidupan masyarakat luas, sekaligus mampu mengantisipasi tuntutan perubahan baik internal maupun eksternal, serta disusun berdasarkan fakta riil di lapangan. Pada penelitian ini akan dibahas tentang proses pelaksanaan musyawaah perencanaan pembangunan di Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu. Data yang di kumpulkan akan di analisis secara kualitatif dan bersifat deskriptif. Pada analisis kualitatif, kata-kata dibangun dari hasil wawancara atau pengamatan terhadap data yang dibutuhkan untuk dideskripsikan dan dirangkum. Hasil penelitian dan pembahasan menjelaskan proses Perencanaan Pembangunan di Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu belum dilaksanakan secara optimal, dengan uraian sebagai berikut: pada tahap persiapan yakni penetapan tim fasilitator musyawarah kelurahan belum mencakup semua perwakilan unsur masyarakat. Pada tahapan musyawarah pra musyawarah yakni pada proses penggalian masalah dan kebutuhan masyarakat belum dilakukan dengan maksimal karena sebagian besar RT dan lingkungan belum melaksanakan tahapan ini. Tahap penetapan tim penyelenggara musrenbang kelurahan telah berjalan dengan baik. Agenda pembahasan dan penetapan prioritas usulan dari kelurahan yang akan diajukan ke kecamatan tidak dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat. Tahap Pemilihan dan penetapan delegasi kelurahan telah memenuhi aspek sinergitas dan legalitas yang merupakan aspek prioritas pada tahapan ini. Faktor yang mempengaruhi Perencanaan Pembangunan Partisipatif di Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu adalah faktor lemahnya proses pengalian masalah dan kebutuhan masyarakat menjadi penyebab rendahnya kualitas fokus perencanaan. Rendahnya partisipasi masyarakat pada dalam proses perencanaan pembangunan dipengaruhi oleh faktor antara lain keterbatasan masyarakat terhadap pemahaman perencanaan pembangunan, tidak adanya asas persamaan di dalam forum musrenbang pada saat penyampaian gagasan, kesempatan hanya diberikan kepada unsur-unsur masyarakat tertentu saja.
URI: https://repositori.uma.ac.id/123456789/796
Appears in Collections:SP - Government Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
158510030_file1.pdfCover771.38 kBAdobe PDFView/Open
158510030_file2.pdfAbstract674.75 kBAdobe PDFView/Open
158510030_file3.pdfIntroduction675.06 kBAdobe PDFView/Open
158510030_file4.pdfChapter I675.65 kBAdobe PDFView/Open
158510030_file5.pdfChapter II719.7 kBAdobe PDFView/Open
158510030_file6.pdfChapter III672.2 kBAdobe PDFView/Open
158510030_file8.pdfReference809.63 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.