Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/8135
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorHermanto, Edy-
dc.contributor.advisorRangkuti, Nuril Mahda-
dc.contributor.authorHarahap, Ido Rizky-
dc.date.accessioned2018-02-20T07:34:24Z-
dc.date.available2018-02-20T07:34:24Z-
dc.date.issued2017-08-16-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/8135-
dc.descriptionIrrigation channel start from intake to the last division structure sometimes have to cut off or across with various obtacles, such as road, natural channel, river even ravine. Therefore it is required an acrossing structure in order to flow the water from upstream to downstream area. The syphon is one of several acrossing structure that constructed to flow water where the canal is crossed by river. By the calculation, Dimension of syphon with design discharge 6,258 l/s we find the width is 1,2 m, the depth is 1,7 m and the head loss cause transition canal, convergence, friction, bend and trash rack are 0,124 m. This is indicated that syphon is acceptable to bring the water. To minimize head loss and number of bends, the location of syphon should be in minimum section of river. The reinforcement of concrete syphon is used D13-100 for main reinforcement and D10-150 for lateral reinforcement.en_US
dc.description.abstractJalur saluran irigasi mulai dari intake hingga bangunan sadap terakhir kadang-kadang harus berpotongan atau bersilangan dengan berbagai rintangan antara lain jalan, saluran/alur alamiah, sungai bahkan jurang. Untuk itu diperlukan bangunan persilangan agar dapat menyeberangkan debit yang dialirkan oleh saluran dari sisi hulu ke sisi hilirnya. Bangunan siphon ini merupakan salah satu bangunan persilangan yang dibangun untuk mengalirkan debit yang dibawa oleh saluran yang jalurnya terpotong oleh sungai. Dari hasil perhitungan dimensi bangunan siphon dengan debit 6,258 m³/dt, diperoleh dimensi bangunan siphon dimana lebar (B)= 1,2 m dan tinggi bangunan siphon = 1,7 m, serta kehilangan tinggi energi terjadi karena adanya peralihan bentuk saluran, gesekan air dengan saluran, belokan dan saringan sebesar 0,124 m, ini menunjukkan bahwa sipon masih dapat diterima dalam membawa air. Untuk mengurangi kehilangan energi, maka lokasi siphon diusahakan pada bentang sungai terpendek, serta memperkecil jumlah belokan pada konstruksi siphon. Tulangan yang digunakan pada bangunan siphon diperoleh menggunakan D13-100 untuk tulangan pokok dan D10-150 untuk tulangan bagi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectSyphonen_US
dc.subjectDimensionen_US
dc.subjectHead Lossen_US
dc.titleEvaluasi Perencanaan Bangunan Siphon pada Bendung Sei Padang Kab. Serdang Bedagai Sumatera Utaraen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Civil Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
158110094.pdfFulltext3.12 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.