Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29945| Title: | Analisis Hukum Pidana terhadap Anak sebagai Penyalahgunan Narkotika Golongan 1 (Studi Putusan Nomor 44/Pid.Sus-Anak/2019/PN MDN) |
| Other Titles: | Criminal Law Analysis of Children as Abuse of Class 1 Narcotics (Study of Decision Number 44/Pid.Sus-Anak/2019/PN. Mdn) |
| Authors: | Pardede, Salomo Son |
| metadata.dc.contributor.advisor: | Zulyadi, Rizkan |
| Keywords: | Tindak Pidana;Narkotika;Anak;Penerapan Hukum;Pidana Anak;Criminal Offenses;Narcotics;Children;Law Enforcement;,Juvenile Crime |
| Issue Date: | Aug-2025 |
| Publisher: | Universitas Medan Area |
| Series/Report no.: | NPM;198400251 |
| Abstract: | Tindak pidana penyalahgunaan narkotika merupakan suatu perbuatan yang dinilai sebagai pelanggaran hukum yang paling banyak merugikan generasi penerus bangsa sehingga negara juga ikut terkena dampaknya. Kerugian tersebut dapat dinilai dengan rusaknya moral generasi muda dan tingginya angka kriminalitas ssehingga berdampak pada keamanan dan kenyamanan Masyarakat. Tindakan penyalahagunaan narkotika yang dilakukan oleh generasi muda biasanya dipengaruhi oleh factor lingkungan ataupun pergaulan bebas . adapun yang menjadi permasalahn dalam penelitian ini adalah bagaimanakah analisis hukum pidana terkait anak sebagai penyalahgunaan narkotika golongan 1 dan bagaimanakah penerapan pemidanaan terhadap anak sebagai penyalahgunaan narkotika golongan 1 berdasarkan putusan Nomor 44/Pid.Sus-Anak/2019/PNMd. Metode yang penelitian ini lakukan adalah menggunakan metode yuridis normative. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Adapun aturan hukum terkait anak sebagai penyalahgunaan narkotika golongan I antara lain: a. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika; b. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Berdasarkan surat putusan Nomor 44/Pid.Sus- Anak/2019/PNMd, menyatakan bahwa anak An. MUDA BATUBARA telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menuerut hukum melakukan tindak pidana “penyalahgunaan Narkotika Golongan 1 jenis shabu bagi diri sendiri”. Sebaagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 25/2009 tentang Narkotika Jo. UU RI No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak dalam Dakwaan Alternatif Kedua. Dalam hal ini, hakim anak menjatuhkan pidana penjara terhadap anak An. MUDA BATUBARA selama 2 (dua) tahun penjara dikurangi selama anak berada dalam tahanan dengan perintah agar anak tetap ditahan. Dalam hal ini, terdakwa tidak dapat direhabilitasi karena alasan yang Pertama, telah mengonsumsi Narkotika dengan berat 1,26 gram. Selain itu, terdakwa telah bermasalah dengan hukum, serta beberapa bulan terakhir ini kerap menggunakan narkotika shabu. Hal ini mengartikan bahwa terdakwa lebih dari 1 kali telah mengonsumsi narkotika. Drug abuse is a criminal offense that is considered the most damaging to the nation's future generations, thereby also affecting the state. The damage can be assessed in terms of the moral decay of the younger generation and high crime rates, which impact public safety and comfort. Drug abuse by the younger generation is usually influenced by environmental factors or promiscuity. The issue addressed in this study is how criminal law analyzes children as users of Schedule 1 narcotics and how criminal penalties are applied to children as users of Schedule 1 narcotics based on Decision No. 44/Pid.Sus-Anak/2019/PNMd. The method used in this study is the normative juridical method. Data analysis in this study uses descriptive qualitative analysis. The legal provisions related to children as users of Schedule I narcotics include: a. Law No. 35 of 2009 on Narcotics; b. Law No. 35 of 2014 amending Law No. 23 of 2002 on Child Protection. Based on the court decision No. 44/Pid.Sus-Anak/2019/PNMd, it was stated that the child An. MUDA BATUBARA was proven guilty beyond a reasonable doubt under the law of committing the criminal offense of “abusing Class I narcotics of the type shabu for personal use.” As regulated and punishable under Article 127(1)(a) of Law No. 25 of 2009 on Narcotics in conjunction with Law No. 11 of 2012 on the Child Justice System in the Second Alternative Charge. In this case, the juvenile judge imposed a prison sentence on the minor An. MUDA BATUBARA for 2 (two) years, reduced by the time already served in custody, with an order for the minor to remain in custody. In this case, the defendant cannot be rehabilitated for the following reasons: First, he consumed narcotics weighing 1.26 grams. Additionally, the defendant has had prior legal issues, and in recent months has frequently used methamphetamine. This indicates that the defendant has consumed narcotics more than once. |
| Description: | 70 Halaman |
| URI: | https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29945 |
| Appears in Collections: | SP - Criminal Law |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 198400251 - Salomo Son Pardede - Fulltext.pdf | Cover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography | 1.06 MB | Adobe PDF | View/Open |
| 198400251 - Salomo Son Pardede - Chapter IV.pdf Restricted Access | Chapter IV | 429.22 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.